TERIMAKASIH UNTUK
CINTA
Karya Bramadita
Kunni F
Ayam berkokok dan mengetuk gendang telinga.
Seakan harus bangun saat itu juga. Dia melangkahkan kakinya, dan segera bersiap
untuk pergi menuju tempat yang membosankan, dimana tak ada satu orangpun yang
mengerti Selly “SEKOLAH !”.
“ Selly, sudahkah kau selesai dari kegiatan
anehmu di kamar mandi itu?” kata kakaknya. “ Iya, sabar dikit dong” teriak
selly dari kamar mandi. Setelah beberapa menit, “ Puaskah kau mengganggu
kegiatanku tadi?” “Sadarlah! Ibu, ibu, ibu!” jerit kakaknya dengan wajah
gelisah dan tak tahu apa yang harus dilakukan. “ Hey, kenapa kau berteriak? Aku
disini! Lihatlah aku!” ucap Selly “ Ibu, Ayah, kemarilah! Lihatlah Selly”
“Apa yang terjadi? Aku baik-baik saja. Tolong
lihatlah aku!” ucap lagi Selly. Semua orang di rumah seakan mengabaikan Selly,
dan bergegas pergi menuju Rumah Sakit. “ Selly, sadarlah nak. Kau pernah
berjanji akan selalu di samping ibu” ungkap ibu Selly dengan bersedih. “ Bu,
aku ada dan selalu di samping Ibu”. Selly merasa aneh dan merasa tak ada
satupun orang yang melihatnya.
Detik demi detik terus bertambah, hingga Selly
tersadar bahwa dia harus bergegas pergi ke sekolah. Atau kalau tidak, dia akan
mendapatkan gelar “ Sang Juara Terlambat untuk seminggu berturut-turut”. Yapz,
dan benar seorang guru Kimia dari sekolah Selly telah memasuki ruang kelasnya.
Wajahnya sungguh kejam dan menakutkan. Dengan nama yang tak asing “Pak Erik”.
“Gawat. Guru killer itu sudah tiba, apakah aku mampu untuk masuk tanpa ada
seorangpun yang tau?”. Dengan segera Selly melancarkan aksinya. Dan berhasil.
Dia lolos, dan hanya kedua teman baiknya yang mengetahuinya.
“ Selly? “ tanya Reyna. “ Kau kenapa? Kenapa
kau terkejut melihatku?” heran Selly. “Reyna, diamlah! Kau bicara dengan siapa?
Dengarkan pelajaranku!” bentak Pak.Erik. “Apa? Bicara sendiri? Lalu aku kau
anggap apa pak?” “Tenanglah Sel” ucap Geby “ tapi Geb?” “ Diam dan tenanglah”
KKRRRIINNGGG. “ Apa yang sebenarnya terjadi?
Aku baru sadar. Tadi yang dibawa ke Rumah Sakit adalah seorang gadis berseragam
SMA Bhakti Alam bernama Aura Purnama Selly. Siapa dia?” BBRRRAAAKKK. “ Kalau
jalan pakai mata dong” bentak Selly. “ Maafkan aku” “Bryan?” heran Selly. “
Sekali lagi, Aku minta maaf”. Tatapan itu, tatapan yang aneh. “ Kenapa dia
menatapku seperti itu?”
“Geby” “ ada apa Sel? Kembalilah, Aku
merindukanmu. Ku mohon” “ Iya sel, kami mengharapkanmu kembali” lanjut Reyna.
“Maksud kalian?” “ Kelak kau akan mengerti. Maaf kami tak bisa membantumu.
Mungkin Bryan mampu membantumu” “ Bryan? Cowok dengan tatapan aneh itu? Cowok
yang heran menatapku itu?” pikir Selly.
BBRRUUUKKKK. “Lagi lagi kau menabrakku” “
Maafkan aku, permisi” “Tunggu, jelaskan sesuatu kepadaku” “ Aku tak dapat
menjelaskannya, Aku hanya dapat membantumu” “ Baiklah, apapun itu, bantulah
aku” “ Mari ikut aku”
“ Ingatkah kau dengan tempat ini? Tempat kita
berdua” tanya Bryan. “ Hah? Tempat kita berdua? Apa apan kau ini?”
“ tenanglah Sell, kelak kau kan mengerti” “ Aku
tidak mengerti, Apa yang sebenarnya terjadi? Aku kenapa? “
Dengan lesu Selly bergegas pulang dan
meninggalkan Bryan tanpa mengucapkan sepatah katapun.
Dia
Gadis kecil yang kesepian
Merindukan orang yang menyayanginya
Tak tahu arah dan jalan kembali
Bagai sehelai daun yang tertepa angin dengan
arah dan tujuan yang pasti
Dan aku adalah pangeran yang kan membawamu
kembali
Di pelukanku
“ Bryan, Sadarlah! Dia masa lalumu. Dia tak
akan kembali” ucap Ibu Bryan. “tidak bu, dia ada di dekatku. Dan dia membutuhkan
ku” “ Nak, Ibu percaya kepadamu. Tapi, janganlah kau menyiksa dirimu seperti
ini. Jangan lah membayangkan hal yang tak ada” “Hal yang tak ada? Tapi dia
disini bu” “ Nak, ibu sedih melihatmu begini” dengan sedih ibu Bryan
meninggalkan kamar Bryan.
“ Bryan. Apa maksud perkataan ibumu bahwa aku
tidak ada? Tapi aku kan di sampingmu” “Kapan kau akan sadar sel?” tanya Bryan.
“ Kau koma Sel” lanjut Bryan. “ Maksud kamu? Aku gadis yang jatuh dari kamar
mandi itu? Kau yang benar saja?” “ apa kau masih belum ingat? Aku Bryan, Aku
pacarmu. Orang yang kau abaikan akhir-akhir ini” Setelah mengatakan itu,
tiba-tiba Bryan pingsan dan sekejap Selly tersadar dari tidur panjangnya.
“ BRRYYAANN” “ Sel, kau sudah sadar? Ibu
bahagia kau sudah sadar. Sudah 14 hari kau tertidur nak” dengan segera Selly
memeluk ibunya. “ Bu, maafkan Selly selama ini. Selly sadar banyak orang yang
menyayang Selly” “ Iya nak, Ibu juga minta maaf”
Air mata pun tak dapat terbendung lagi. Selly
meluapkan semua kebahagiaannya dengan meneteskan air matanya.
Pagi menyambutnya lagi. Suasana sekolah barupun
akan dia rasakan. Dan dia akan bersekolah di SMA Bhakti Alam. Dan “ BRRUUUKKK”
“ Maafkan aku, aku tidak sengaja” ungkap Selly. “Tidak apa apa kok. Tataplah
aku”
“ Bryan? Benarkah ini kau? Pangeranku? Pangeran
yang menyelamatkanku dari kegelapan dunia?” “iya Sel, dan aku juga orang yang
senantiasa mencitaimu”
Tanpa berpikir panjang, Selly segera memeluk
Bryan. Selama 14 hari, Bryan adalah pelindung dan juga Pacar yang tak pernah di
anggap Selly.
Enta apa yang akan terjadi
Jika aku melayang tanpa ada pangeran yang
selalu menemaniku
Ku bahagia kau hadir di sisiku
Ku beruntung ada kau yang tulus memberikan
cintamu
Tak dapat ku ungkapan ini hanya dengan secerca
puisi ini
Terimakasih untuk segalanya yang kau beri
Terimakasih dengan kesabaranmu yang selalu
mengarahkanku
“ Cciiyyee, ada murid baru yang pacaran nihh” “
Kalian? Terimakasih juga untuk kalian, tanpa kalian mungkin aku tak ada disini”
“ Seharusnya kamu berterimakasih kepada Bryan.
Karna dia tulus mencintaimu dan juga setia menantimu “ ungkap Geby ‘”iya itu
Sell” lanjut Reyna.
“ Kalian bisa aja “ jawab Bryan
Kebahagiaan yang selalu di tunggu Selly pun
hadir dengan seiringnya waktu. Emang hidup itu berputar. Kadang bahagia , dan
kadang sedih pun datang. Seperti halnya yang di alami Selly
Kau pangeranku
kau hidupku
Kau segalaku
Ku bahagi mengenalmu
Dan ku berharap Cinta kita abadi